Harga minyak dunia selama tahun 2015 cenderung dengan harga tertinggi mencapai kisaran USD 60 / barrel pada pertengahan tahun dan terendah mencapai USD 35 / barrel pada akhir tahun. Berikut ini grafik perkembangan harga minyak dunia selama tahun 2015.
 |
| Harga Minyak Dunia 2015 |
Penurunan harga minyak dunia selama tahun 2015 disebabkan oleh banyak faktor namun yang paling utama adalah akibat penurunan aktivitas ekonomi dari beberapa negara besar seperti China dan juga negara - negara berkembang lainnya yang tidak di iringi oleh penyesuaian produksi minyak oleh negara - negara penghasil minyak utama dunia. Padahal hal ini akan menurunkan tingkat keuntungan dari negara - negara produsen minyak. Kemungkinan kebijakan ini diambil oleh para negara - negara produsen minyak yang tergabung dalam OPEC sebagai upaya yang wajar untuk mempercepat pengembalian modal yang telah ditanamkan dibandingkan sebagai upaya untuk antisipasi peningkatan produksi shale oil dari Amerika yang di klaim memiliki biaya produksi yang lebih rendah.
Lalu bagaimana dengan harga minyak pada tahun 2016 ini. Ada beberapa kemungkinan yaitu:
- Mulai bangkitnya ekonomi dari negara - negara berkembang dan juga negara industri besar seperti China dan India maupun Jepang bahkan Amerika Serikat.
- Kebijakan Amerika untuk membuka keran ekspor pada akhir tahun 2015 yang selama 40 tahun lebih di tutup akan menambah pasokan minyak Dunia.
- Beberapa produsen minyak Dunia akan menutup aktivitas produksi karena dianggap tidak menguntungkan.
Menurut saya selama semester I 2016 harga minyak diperkirakan akan tetap rendah di bawah USD 40 / barrel. Baru pada semester II 2016 harga minyak akan mulai merangkak naik kembali.
Bagaimana dengan harga minyak di Indonesia? Anggap saja harga minyak Dunia sekitar USD 40 / barrel maka bila kita gunakan kurs 1 USD 14.000 harga minyak di Indonesia adalah sekitar IDR 4.700 / liter. Namun ini belum termasuk biaya distribusi dan operasi di Indonesia. Kita hanya bisa berharap saja bahwa harga minyak di Indonesia akan selalu terjangkau.
Sebenarnya saat harga minyak sedang rendah ini merupakan kesempatan yang baik sekali bagi Indonesia untuk meningkatkan cadangan minyak dalam negeri lebih besar lagi, sehingga ketahanan energi kita menjadi lebih baik ketika harga minyak Dunia kembali naik selain juga untuk menjaga kestabilan harga produk dan jasa dalam negeri.